12 Tips Ini Akan Membuat Hubungan Kamu Dengan Si Dia Makin Langgeng
12 Tips Ini Akan Membuat Hubungan Kamu Dengan Si Dia Makin Langgeng

Kita dengan mudah sayang,suka,bahkan jatuh cinta kepada seseoran yang menurut kita baik dan sebagainya,namun belum tentu bisa menerima orang yang kita suka sepenuhnya. Banyak sekali orang yang merasa yakin bahkan menyanggupi janji dari suatu pernikahan untuk senantiasi menerima kekurangan dan kelebihan pasangan kita, namun kemudian tidak sedikit yang terjadi di perceraian di karenakan masalah ketidak sempurnaan pasangan.

Lantas bagaimanakah kita untuk memilih pasangan yang ideal untuk mengurai resiko perceraian di dalam rumah tangga. Maka ada baiknya sebelum kita memilih jenjang yang lebih lanjut dengan pasangan, ada baiknya lakukan hal-hal sebagai berikut:

1.Ketahui Kekurangan Pasangan

1.Ketahui Kekurangan Pasangan

Pada umumnya ketika dalam masa awal pacaran, perasaan yang kita alami sedang berbunga-bunga sehingga kita seringkali lupa akan segalanya, apalagi untuk yang pertama kali mersakan indahnya jatuh cinta. Awalnya kita bisa menerima segara kekurangan dan kelebihan pasangan kita. Akan tetapi lama kelamaan seiring berjalannya waktu dan semakin seriusnya hubungan, makan kekurangan dari pasangan kita akan semakin terlihat.

Perlahan perasaan semakin memudar,dan kadang kala kekurangan lebih mendominasi dari kelebihan pasangan kita. Dan untuk yang mencari kesempurnaan dan memasang kriteria tinggi dari pasangan kita, dapat mempertimbangkannya apakah pasangan kita memang cocok untuk kita atau tidak dan apakah kamu siap dengan segala kekurangan dan kelebihan dari pasangan kita.

2.Jujur Akan Kekurangan

2.Jujur Akan Kekurangan

Sangat mudah berteori,akan tetapi pasti butuh tahapan dan waktu,juga strategi. Kalau di awalnya sudah membongkar semua kekurangan dan kejelekannya,bisa jadi pasangan yang kita impikan akan langsung "jijik" dan akan langsung pergi. Namun dengan demikian bukan berarti kita harus menutupi segala kekurangan yang kita miliki, akan tetapi jika memang dia benar-benar cinta,dia akan menerima kekurangan dengan apa adanya. Jika tidak maka lepaskanlah.Jika memang jodoh, pasti akan kembali.

3.Saling Membuka Diri

3.Saling Membuka Diri

Seseorang dapat dengan mudah dapat mengatakan kata-kata cinta dan bersikap romantis, namaun apakah kita dan pasangan kita sudah bisa dan siap untuk membuka diri dan memberikan pasangan kita mengetahui tentang ketakutan,keinginan, pikiran dan segala kekurangan masing-masing? 

Jika merasa tidak nyaman untuk melakukan hal yang jarang di lakukan untuk membuka diri kita, coba pertimbangkan kembali apakah sudah benar dan pasangan kita sudah siap untuk menuju proses yang lebih serius atau menikah. Coba pikirkan dan tanyakan pada diri masing-masing,siapa yang belum siap membuka diri atau malah sama-sama belum siap untuk membuka diri kepada pasangan kita.

4.Saling Intropeksi Diri

4.Saling Intropeksi Diri

Cobalah pahami apakah bisa sama-sama mengintropksi diri satu sama lain atau malah saling menyalahkan. Atau malah satu pihak saja yang selalu mengintropoksi diri sementara pasangan kita malah selalu mennyalakan kita. Jika dapat saling mengintropeksi diri,mengalah dan menerima kekurangan pasangan kita masing-masing, maka sudahlah selangkah lebih dekat ke jenjang yang lebih serius.

5.Mengenal Perbedaan

5.Mengenal Perbedaan

Pada dasarnya pria dan wanita memang berbeda secara kodratnya. Dan pria lebih cenderung menggunakan logika ketimbang wanita, sedangkan wanita lebih sering menggunakan emosi. Meski di zaman sekarang banyak sekali pria yang memiliki sikap kewnita-wanitaan dan sebaliknya,namaun pada dasarnya kodrat antara pria dan wanita tidak dapat dirubah.

Bagi wanita cenderung tidak mudah memberi cintanya kepada seseorang pria, Namun begitu wanita jatuh cinta kepada seorang pria secara mendalam maka logikanya seakan mati dan akan selalu memikirkan sosok yang merebut hatinya walau memiliki banyak kekurangan. Bagitu juga pria yang mudah untuk jatuh cinta bila menemukan sosok wanita yang menarik hatinya, namun rasa cinta itu juga cepat lenyap atau hilang,terlebih bila logika sudah tidak dapat menerima kekurangan dari pasangannya.

6.Mengenal Perbedaan Sayang,Suka,Cinta,Obsesi Dan Penasaran.

6.Mengenal Perbedaan Sayang,Suka,Cinta,Obsesi Dan Penasaran.

Hal ini yang sering sulit dibedakan oleh seseorang yang sedang di mabuk cinta. Tidak jarang banyak hubungan yang berakhir tragis di karenakan tidak paham akan sejatinya perasaan mereka sendiri. Kita bisa jadi sangat penasaran pada seseorang yang telah mimikat hati kita, namun belum tentu bisa tulus menyayangi dan menyukainya,apalgai mencintainya. Banyak faktor yang mempengaruhi perasaan kita,bisa karna faktor kagum,tidak dihiraukan, atau karena memenuhi kriteria atau pasangan yang ideal menurut kita secara fisik,sikap dan materi.

Kemudian satu tingkat di atas rasa penasaran adalah rasa sayang. Rasa sayang juga ada banyak jenisnya yang selalu kita raskan di dalam kehidupan sehari-hari. Di atas rasa sayang ada rasa suka yang melebihi rasa sayang terhadap suatu hal yang dapat menarik perhatian hati.Rasa suka pasti bersayarat dan mempunyai alasan yang beragam, karena kita pasti punya alasan yang kuat untuk menyukai seseorang bisa di karenakan fisik,kelebihan atau harta yang dimiki orang tersebut. Lalu ada rasa cinta rasa cinta yaitu sebauh perasaan di mana yakin untuk terus bersama orang yang kita cinta dan kita siap dan mau menerima segala kekurangan dan kelebihan orang yang kita cinta.

Maka pastilah jika kita cinta pada seseornag maka kita pasti sayang dan suka pada orang yang membuat kita jatuh cinta. Dari beberapa definisi tersebut bisa menjadi sebuah obsesi atau persepsi manakala kita terlalu takut dan cemas dalam sebuah hubunga,atau terlalu mengidolakan atau mengejar orang tersebut.

7.Belajar Dari Pengalaman

 7.Belajar Dari Pengalaman

Adan persepsi yang mengatakan,pengalaman adalah guru yang terbaik di dalam kehidupan, pengalaman lah yang akan mengajarkan kita tentang banyak hal dan mendewasakan kita. Begitu juga prihal semakin banyak kita putus cinta,semakin sedikit cinta yang akan kita berikan selanjutnya,dikarenakan kita menjadi takut dan apatis dalam menjalani sebuah hubungan.

Seringkali orang tua memberi nasehat kepada kita, namun saat jatuh cinta sudah menguasai emosi, logika ikut terbutakan dan tidak jarang merasa yakin bahwa akan mengulangi kesalahan-kesalahan seperti yang sudah pernah di rasakan atau yang sering diwejangkan oleh orangtua atau yang lebih berpengalaman.

Ketakutan akan mengalami kekecewaan dan rasa apatis terhadap cinta, sebenarnya adalah persepsi atau pandangan yang menyesatkan. Namun banyaknya doktrin dari orang-orang di sekeliling kita yang sering putus cinta selalu mengarah ke sana. Maka banyak-banyaklah mendengarkandan belajar dari pengalaman bukan untuk menjadi takut dan berikap apatis, namun untuk memperbaiki pandangan dan cara untuk memilij pasangan yang tepat.

8.Beri Ruang Bagi Pasangan Dan Diri Sendiri.

8.Beri Ruang Bagi Pasangan Dan Diri Sendiri.

Seringkali terjadi terutama bagi mereka yang sangat obsesif, membatasi ruang gerak pasangan dan diri sendiri. Berilah ruang untuk pasangan dan diri kita sendiri untuk membantu kita untuk mengerjakan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Selain itu juga kita harus meluangkan waktu untuk berbagai banyak hal, seperti aktifitas kita sehari-hari.

Meskipun akan timbulnya rasa curiga,cemburu atau rasa cemas adalah hal yang wajar dan kita boleh atau perlu mengingatkan pasangan kita, bila mana melakukan hal di batas kewajaran,namaun jika rasa cemburu,cemas dan khawatir membuat kita tidak bisa mengerjakan aktifitas yang bermanfaat, maka cepat atau lambat akan terjadi masalah di dalam hubungan yang di jalani hanya tinggal menunggu waktu. Ruang gerak sagat diperlukan untuk mengukur,mengetahui dan memperjelas mengenai perasaan kita dan pasangan kita. Jika ternyata memang pasangan kita beralih dan memilih yang lain,berarti dia tidak setia dan benar-benar tidak mencintai kita. Atau bisa jadi di masa-masa penjajakan atau pendekatan tersebut,malah kita yang berpaling dan menemukan orang yang lebih baik dari pasangan kita sebelumnya.

9.Rumput Tetangga selalu dan jauh lebih hijau

9.Rumput Tetangga selalu dan jauh lebih hijau

Bagi yang sering dan selalu membanding-bandingkan pasangan dengan mantan atau lawan jenis lainnya.Sadarilah,buka mata hati tak ada manusia  yang sepurna,kita masih banyak memiliki banyak kesalahan dan dosa.Kebiasaan membanding-bandingkan adalah penyakit kejiwaan atau persepsi yang membuat kita selalu merasakan tidak puas diri dan melihat atau membandingkan dengan rumput tetangga.

Seperti itu lah sifat manusai yang tidak akan pernah puas,wlau tidak jarang akhirnya kita menyesal dan kehilangan orang yang sebenarnya lebih baik dan tepat untuk kita. Memilih boleh saja selama ada pilihan namun patut di ingat untuk siap-siap di cubit,jika kalian ingin mencubit ingatlah hukum karma itu ada. jadi jangan menyakiti perasaan orang lain ataupun perasaan kalian jika tidak ingin disakiti.

10.Saling Berpartisipasi

10.Saling Berpartisipasi

Sudah banyak pasangan suami istri yang sudah menikah dan kemudian pernikahan mereka terasa hambar, di karenakan tiak jarang mereka berjalan masing-masing. Misalnya saja perbedaan kegemaran antara suami dan istri. Mereka tidak dapat saling mengisi dan berpartisipasi dalam kehidupan dan kegemaran pasangannya. Banyak pasangan suami istri,melakukan peran mereka secara umum dan yang wajib saja, namun kurang memperhatikan pasangannya dari segi yang lain, ini lah uang kemudian memicu rasa tidak nyaman dan melunturkan perasaan cinta, bahkan sebuah ikatan pernikahan. Pekerjaan dan kewajiban peran suami dan istri dalam rumah tangga memang sangatlah penting, namun ada hal yang paling penting adalah bagaimana dapat saling mengisi,membantu dan menikmati saat-saat bersama pasangan kita.

Walau terlihat hal yang sepele,namun bisa jadi sangat bermakna. Kemungkinan bagi kebanyakan wanita,meninton pria bermain game atau kegemasan pasangan adalah sesuatu yang membosankan, sama membosankannya dengan seorang pria yang menemani wanita belanja atau shopeng yang tidak dapat dipungkiri. Lantas bagaimanakah mengatasinya apa ada solusinya? ajak mereka untuk ikut serta secara langsung dalam aktivitas dan hobi kita. Misalnya saja saat sedang belanja libatkan pasangan untuk ikut serta memilih hal yang akan di beli, asalkan jangan malah berantem atau berdebat di karenakan berbeda pendapat. Lantas bagaimanakah jika ternyata memiliki selera yang berbeda dan sering mengakibatkan perdebatan antar pasangan kita. Mungkin kita bisa mencoba memberikan topik yang tidak bersangkutan dengan hobi atau kesukaan kita, belajar lebih menghargai pendapat pasngan kita dan berusaha mengalah.

11.Belajar Merelakan Dan Menerima

 11.Belajar Merelakan Dan Menerima

Jika suatu saat kita ditinggal oleh orang yang benar-benar kita cinta, maka berusahalah merelakan dan jalani hidup seperti sedia kala sebelum bersamanya. Lagi-lagi sebuah teori dan persepsi yang mudah diucapkan namun sulit dilakukan. Mudah untuk jatuh cinta,tidak lah butuh waktu lama untuk melakukannya, mungkin butuh waktu dan proses yang tidak instan.

Percaya relakan akan lebih baik daripada memaksanya untuk terus bersama kita, karena kita juga tidak akan mersabahagia bila semua di paksakan,bagai kita dapat raga kosong tanpa hatinya. Bisa dipastika hubungan yang dipaksakan akan tidak bertahan lama dan berakhir tidak bahagi. Dalam kehidupan akan ada yang datang dan pergi dalam segala hal. Yang perlu kita ingat dan lakukan adalah beradaptasi dan membuka hati dan pikiran. jangan terus berpikir dan fokus pada masalalu.

Untuk meraih sukses kitaberjuang mati-matian dan tidak pantang menyerah saat jatuh bangun untuk mencapainya. Sama halnya dengan bagaimana kita mencari pasangan hidup yang tepat. Pada akhirnya kita mungkin akan melalui beberapa orang yang pernah singgah di hati kita lalu pergi di karenakan memang bukan jodoh kita, agar kita belajar dari kesalahan dan pengalaman untuk bisa memilih dan mendapatkan pasangan hidup kita yang tepat.

12.Jangan Terburu-buru Menikah

12.Jangan Terburu-buru Menikah

Jika kita merasa semua kriteria atau patokan kita sudah terpenuhi seperti halnya kriteria di atas, maka sudahlah saatnya membicarakan hal yang lebih serius yaitu menikah. Menihah bukah hal yang gampang buruh kesiapan fisik dan mental tentunya juga materi. semua tidak dapat di pisahkan ada banyak pasangan yang bercerai atau berpisah di karenakan masalah finansial atau keuangan sampai masalah mengurus anak, sebelum melaksanakan suatau pernikahan kita dan pasangan harus sudah berkomitmen dan mempersiapkan langkah setelah menikah dan menyiaplan segala kebutuhannya.

Misalnya saja perencanaan ingin mempunyai anak berapa, dan bagaimana investasi atau tabungan yang ingin diambil untuk biaya kesehatan dan pendidikan anak nantinya dan sebagainya. Pernikahan haruslah berdasarkan logika dan komitmen dan jangan semata-mata hanya berdasarkan emosi,suka sama suka atau karena tuntutan, di karenakan rasa suka saja bisa hilang atau luntur,rasa cinta bisa memudar,namun jika logika,komitmen dan perasaan telah menjadi dasar atau pondasi suatu pernikahan maka hubungan bisa bertahan lama.

Untuk memilih pasangan yang tepat bukan perkara atau perihal yang mudah. Hidup tanpa kekasih atau pasangan memang menyedihkan akan tetapi akan lebih menyedihkan bila jika menghabiskan sisa hidup bersama orang yang tidak tepat. Maka memilihlah selagi kita bisa memilih,sebelum terlambat dan kita menyesal. ingatlah bahwa hidup adalah pilihan,masa depan adalah hasil dari kosekuensi perbuatan kita sekarang dan masa lalu. Hanya kitalah satu-satunya orang yang bisa menentukan kebahagiaan dan jalan kehidupan kita kedepannya.

apa pendapatmu?